Jumat, 11 September 2009

Read More di Blogspot

Banyak yang menganggap tanggal kmarin begitu istimewa. Dengan kombinasi angka menjadi 090909, saat itu banyak bertebaran pesan di akun Twitter perihal kejadian-kejadian yang banyak terjadi di sana. Mulai dari Ulang Tahun Presiden SBY, penuhnya rumah sakit yang ingin melunasi keinginan ibu-ibu agar bisa di operasi cesar agar anaknya mudah dikenali kelahirannya, hingga kejutan dari Blogger nih.

Apa itu? Mendekati Ulang tahunnya ke 10, blogspot meyediakan fitur baru dalam versi draftnya berupa summary alias pemotongan post secara mudah dan praktis. Tak perlu lagi memasukan kode-kode javascript dan HTML lainnya. Praktis? benar sih, tapi knapa lama banget ya, hingga nunggu 10 tahun! atau memang dirasa tak perlu pake sumary, karena blogspot mengajak agar irit menulis kata di posting :D, sekalian aja posting di mikroblog Twitter aja kalo gitu ya :D

Tapi lumayan lah, terumata buat mereka yang baru pakai blogspot, atau yang ingin sekedar coba-coba. Coba saja masuk ke Draft blognya, log in disana, lalu perhatikan ketika masuk ke editor hendak menulis tulisan baru. Perhatikan gambar berikut ini :

Sabtu, 28 Februari 2009

PERKAWINAN dapat menjadi sumber kebahagiaan terbesar bagi kita, tetapi bisa juga merupakan sumber stres yang terkuat dalam hidup.
ADVERTISEMENT

Dalam konsep psikologis, perkawinan digambarkan sebagai "dua pribadi yang menyatu". Dua orang dengan pikiran, keinginan, latar belakang, dan harapan berbeda-beda, memutuskan untuk bergabung dalam kehidupan bersama.

Tentunya ini berpotensi menimbulkan stres, seperti yang disampaikan Nindi dan Nando, pasangan muda yang baru satu tahun menjalani bahtera perkawinan.

Nindi: Saya pikir dengan menikah, saya bisa mengalami kehidupan baru yang membahagiakan seperti akhir cerita di dongeng-dongeng.. Saya bisa lepas dari kekangan "jam malam" yang ditentukan ayah, saya bisa mengatur ruangan rumah dan menu makan sendiri, memelihara kucing kesayangan dengan tenang.. Eh enggak tahunya malah ada kesulitan lain
dengan suami. Dia selalu menaruh sepatu dan kaus kakinya sembarangan, belum lagi mengoroknya keras sekali, bikin saya tak bisa tidur. Dia tak mau makan sayuran yang sehat, maunya harus ada daging setiap hari.
Nando: Saya pikir Nindi itu wanita yang lembut, penuh perhatian, eh tahunya kecele saya. Ada sifatnya yang baru keluar setelah kami tinggal serumah, dia ternyata nyinyir banget, semua yang saya lakukan salah melulu. Mana cemburuan lagi, saya merasa terkekang setelah menikah..

Menurut Whiteman, Verghese, dan Petersen (1996) ada beberapa hal yang harus dipahami pasangan suami-istri agar mereka dapat mengelola hubungan mereka dengan baik, bahkan ketika mereka mengalami stres. Dari mana sajakah stres perkawinan muncul?

Perbedaan latar belakang
Istri yang dibiasakan orangtuanya membuang sampah dan meletakkan barang pada tempatnya tentu akan merasa terganggu dengan perilaku suami yang sembarangan meletakkan pakaian kerjanya.

Suami juga akan berharap istrinya tinggal di rumah dan memasak sendiri karena ibunya dulu melakukan hal itu, sementara istri tetap ingin berkarier karena ibunya dulu juga demikian.

Suami lebih suka menonton film perang, sedangkan istri memilih memutar acara sinetron di televisi. Istri lebih sering menjewer telinga anak sebagai cara disiplin, sedangkan suami merasa lebih baik memberi nasihat dan contoh.

Semua perbedaan latar belakang ini merupakan hal-hal yang bisa menimbulkan konflik dan pasangan harus membicarakan isu-isu tersebut dengan kepala dingin dan berkompromi.

Perbedaan gaya atau sifat
Suami mungkin suka mengorok, sedangkan istri jika bersin keras sekali. Kadang kala setiap orang mempunyai kebiasaan yang membuat pasangan merasa jijik atau sifat-sifat berlawanan, misalnya yang satu tertutup, pasangannya mudah membuka diri. Suami pengalah, pasangannya suka mengkritik.

Perbedaan tersebut bukannya tak dapat diatasi, tetapi akan menyebabkan stres. Belum lagi perbedaan jender yang merupakan hasil dibesarkan sebagai seorang laki-laki atau perempuan selama ini.

Para suami dan istri perlu memahami gaya dan sifat pasangannya serta belajar menerima. Adanya usaha mengubah sifat pasangan justru akan menimbulkan perlawanan dari pasangan dan tentunya dapat memperberat stres dalam hubungan mereka.

Perbedaan harapan/impian
Apa yang akan terjadi jika istri mendambakan tinggal di rumah mungil dengan halaman luas, tetapi suami membeli apartemen di tengah kota? Bagaimana bila suami memimpikan menjadi pelukis terkenal, tetapi pasangannya ingin suami berkarier di perusahaan? Atau yang satu ingin dapat berlibur ke pedalaman Irian, yang lain ingin ke Eropa?

Kita menyimpan banyak energi mental dan emosional pada harapan kita, kita harus bisa menyesuaikan satu sama lain, mencari titik temu dari perbedaan harapan karena ini merupakan bagian konflik lain dalam perkawinan.

Kekecewaan
Ketika kita menikah dan kemudian pasangan kita berubah, hal tersebut dapat menyenangkan, tetapi bisa juga mengecewakan kita.

Sebelum menikah, pasangan hanya menampilkan sisi-sisi positifnya saja, tetapi begitu pesta usai mereka kembali pada sisiaslinya. Ini semua dapat menimbulkan kekecewaan bagi pasangan.

Dengan makin menuanya seseorang, banyak suami-istri tak puas dengan kondisi pasangan, yang mungkin mulai memutih rambutnya, makin menggemuk badannya, sakit-sakitan. Sering kali pikiran yang dipengaruhi budaya tentang kemudaan dan penampilan yang tetap oke semakin menambah ketidakpuasan dan memperburuk hubungan perkawinan.

Perebutan kuasa
Meskipun sudah disepakati suami adalah kepala keluarga, perebutan kuasa bisa terjadi. Misalnya, istri sering mencari upaya memengaruhi keputusan suami, atau sebaliknya.

Perebutan ini tidak selalu buruk bila pasangan melakukan pertukaran pendapat yang berbeda secara adil dan tidak menimbulkan rasa kalah yang mendalam pada pasangan. Apakah pertukaran yang terjadi sesuai atau tidak dengan harapan pasangan, tetap ada potensi untuk munculnya stres. Hubungan terbaik adalah bukannya tak ada konflik, tetapi bagaimana kita dapat mengelola konflik secara baik.

Kekhawatiran kehilangan pasangan
Terutama pada zaman di mana perceraian merajalela, orang acap takut bila pasangan akan meninggalkan mereka. Istri, misalnya, cemas karena merasa suami tak perhatian lagi. Hal ini justru membuat suami makin menjauh dan istri makin panik, merasa putus asa.

Semua ini merupakan bagian dari stres yang biasanya muncul dari dalam diri, tidak tampil dalam bentuk pertengkaran, tetapi mengganggu perasaan setiap pasangan perkawinan. Menghadapi berbagai aspek stres interpersonal ini penting bagi pasangan untuk terus mengupayakan komunikasi terbuka dan efektif

Kamis, 26 Februari 2009

Palasik

Pernah dengar istilah Palasik ?

Istilah ini dipakai buat seseorang yang kelihatan normal namun dia suka menghisap darah, terutama darah anak-anak. Cara menghisap darahnya tidak seperti vampir, akan tetapi menggunakan media-media seperti sapu, gunting.

Ciri-ciri orang tersebut biasanya tidak mempunya cerukan diantara hidung dan mulut. Dan profesi mereka biasanya adalah tukang jual sapu atau tukang gunting rambut.

Palasik menurut cerita, legenda atau kepercayaan orang Minangkabau adalah sejenis makhluk gaib. palasik bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Palasik sangat ditakuti oleh ibu-ibu di di Minangkabau yang memiliki anak balita karena makanan palasik adalah anak-anak balita, baik yang masih dalam Kandunga ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis palasik tersebut.

Ilmu palasik dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang palasik maka anaknya pun akan jadi palasik.

Pada umumnya palasik bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badan nya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepala nya yang melayang-layang mencari makan.




Selasa, 16 Desember 2008

Randang

Rendang daging adalah masakan khas urang Minang, namun sejauh ini, masakan bercita rasa agak pedas ini digemari oleh semua orang di Indonesia (dan sebagian Melayu). Rendang memakai santan dan daging sapi sebagai bahan utamanya. Bumbu-bumbu lainnya adalah kelapa (untuk santan), lengkuas, serai, bawang dan aneka bumbu lainnya.

Berikut ini resep untuk membuat rendang, diambil dari sini


Bahan:

* 1 kg daging sapi, dipotong jadi sekitar 15 potong (Lihat gambar)
* 2 liter santan dari 3 butir kelapa tua parut dan diperas.
* 1 batang serai, dimemarkan
* 1 lembar daun kunyit
* 5 lembar daun jeruk purut, diikat dengan daun kunyit

Bumbu yang dihaluskan:

* 12-20 cabai merah, digiling
* 6 butir bawang merah
* 3 siung bawang putih
* 1 cm jahe
* 5 cm lengkuas/laos
* garam secukupnya

Cara Membuat:

* Masak santan bersama daun kunyit, daun jeruk dan serai. Lalu masukkan bumbu yang sudah dihaluskan sampai mendidih dan kecilkan apinya.
* Lalu masukkan daging yang sudah dipotong-potong dan aduk terus dengan rata agar matangnya merata.
* Masak terus daging dengan api sedang sampai santan mengental dan agak kering dan daging sudah menjadi empuk.
* Dihidangkan sekali panas atau dingin sesuai dengan selera masing-masing. Paling enak kalau dihidangan bersama Nasi Putih.

Untuk 6-8 orang.

Catatan: Untuk lebih wangi, biasanya bumbu yang dihaluskan ditumis dulu dengan 2 sdm minyak sayur lalu masukkan potongan daging. Terakhir baru masukkan santan.

Labels: Masakan khas

Bukik bulek

Bukik bulek adalah nama sebuah kampung kecil yang terletak di kaki gunung merapi, di sini lah penulis tumbuh, dan berkembang.

tari pasambahan